Warna nama.

ada yang pernah mendengar tentang sinestisia? sinestesia itu adalah kondisi otak ketika menerima informasi dari satu indera lalu bercampur dan bergabung dengan persepsi yang lain dari indera lainnya. Mereka yang memiliki kondisi seperti ini akan secara otomatis mengasosiasikan suara, huruf, angka, dan kadang-kadang selera, dengan warna. Kemarin saya membuka tumblr dari salah satu teman yang saya follow, saya sangat terkesan saat membaca tentang dirinya yang punya kondisi sinestisia ini (bisa di intip di sini) lalu sayapun bertanya (mengirim sebuah pesan) warna dari nama saya. dan ini balasannya:
Ayrine
 perak dan merah dengan sedikit kuning dan biru terang.
...
jika di visualkan warna- warna nama saya cukup menjadi padanan yang indah. saya jadi membayangkan ribuan kata- kata dan gambar bentuk dan juga tempat. kalau bersinggungan dengan perak, saya mau warna perak yang redup. bukan yang berkilau- kilau seperti emas putih atau pantat panci allumunium yang masih baru. bukan pula yang mutakhir selayaknya badan roket the falcon 9 milik NASA. saya mau yang sudah redup kehitaman, yang seperti kesakitan tapi berdaya tarik luar biasa. saya akan suka dengan perak yang seperti itu.
merah haruslah yang seindah - indahnya, yang pekat seperti darah dan memantulkan cahaya ajaib seperti sepasang sepatu dorothy gale, the wizard of oz. semarak seperti debur ombak senja hari yang ikut memblender tepian matahari, sedikit membutakan, salah arah dan penuh tanda tanya.
untuk kuning, hmm kuning seperti kepala kembar. dia bisa menjadi sangat busuk jika tergaris dengan makanan pada usus, cairan ginjal yang akan bersatu oleh proses biologis yang mecenangkan yang biasa disebut: buang hajat. yang indahnya menandakan kita masih tetap hidup dalam tubuh yang sehat. kuning juga bisa menjadi pusat tata surya seperti matahari. yang menjadi satu- satunya bintang yang mampu memancarkan cahayanya sendiri. yang mentahirkan kebutaan sejak dari awal masa. kuning yang sangat berkuasa ya.
terakhir untuk biru terang. menurut saya warna biru selalu menarik, warna biru tercatat sebagai warna favorit sebagian besar manusia. biru itu aman, damai, tenang, pelan dan tertidur. setiap kita pasti akan membutuhkan biru entah pada saat apa. saya akan suka biru yang seperti lautan dengan kristal air yang hidup dan menyejukan dan seperti kulit biru licin famili dolphinidae yang mampu melantunkan komposisi musik bisu nan indah saat berkomunikasi dengan lumba- lumba lain. gasal tapi cantik memukau.
hm sampai disini saya merasa aneh.
sepertinya saya telah keterlaluan jatuh cinta pada warna.

alice, take me with you

here it is. what if someday someone comes to you, he tell you that he got the all time authority to enliven a soul and also kill a soul.'world living such terrible way for a long time'he said. he tell that in one finger flick he will destroy this place once and for all. 'but you're lucky not to be kill'he said. 'why?'you ask 'you have no right to ask'he answer 'what do you mean by saying once and for all?'you still ask 'you mean destroy it?until it gone?where do i live then?you know, you said i'm lucky'you keep asking 'you have no right to asking a question'
he tell that you have some choice. a place to choose, a life, a scenario you could set. you start thinking about a place. then you have a self-conversation. what exactly that place suppose to mean?i know nothing but here. i've lived twenty years on this earth. should i choose another planet?mars will be great i guess, i've heard the news about the possibility to live there.
then you made your decision.
'wonderland?'you ask.
'what?'


“You know that story of the Russian cosmonaut? So, the cosmonaut. He’s the first man ever to go into space. Right? The Russians beat the Americans; so he goes up in this big spaceship, but the only habitable part of it is very small. So the cosmonaut’s in there, and he’s got this portal window, and he’s looking out of it, and he sees the curvature of the Earth for the first time. I mean, the first man to ever look at the planet he’s from. And he’s lost in that moment. And all of a sudden this strange ticking; tick, tick, tick, begins coming out of the dashboard. Rips out the control panel, right? Takes out his tools, trying to find the sound, trying to stop the sound. But he can’t find it. He can’t stop it. It keeps going. Few hours into this, begins to feel like torture. A few days go by with this sound, and he knows that this small sound will break him. He’ll lose his mind. What’s he going to do? He’s up in space, alone, in a space closet. He’s got 25 days left to go with this sound. So the cosmonaut decides the only way to save his sanity is to fall in love with the sound. So he closes his eyes, and he goes into his imagination, and then he opens them. He doesn’t hear ticking any more. He hears music. And he spends the remainder of his time sailing through space in total bliss and peace.” - Rhoda, another earth