Kabel telfon

---
tut tut
---
halo selamat malam.
---
iya, selamat malam buat kalian yang iseng- iseng ngangkat telfon malem saya.
kalau telfon malem- malem pas lagi santai- santai nunggu ngantuk itu biasanya apa sih yang diomongin? hmm curhatan dan cerita- cerita tentang sepanjang hari tadi kali ya.
dengan feeling yang sama seperti penelfon malem, saya mau cerita nih tentang hari ini :)
hari ini saya studi banding ke Taman Ismail Marzuki. jadi gini, semester empat ini tugas studio saya adalah desain Art Performing Center atau Pusat Pertunjukan Seni nah buat studi bandingnya saya dan beberapa temen dateng dengan niat mau ngerasain langsung gimana sih atmosfir tempat pertunjukan seni itu.
sejujurnya, ini pertama kali sih saya dateng ke TIM :p dan kesan pertama saya adalah: kurang luas dan cukup biasa. ga terasa aura - aura seni melayang- layang seperti selayaknya tempat yang udah banyak melahirkan seniman besar. lalu saya jadi kepikiran tentang kelas perkuliahan hari jumat kemaren, dosen saya nunjukin beberapa gambar gedung dan dia nunjuk salah seorang temen saya buat milih gedung mana yang paling ga kreatif, temen saya itu milih gambar gedung yang paling sederhana, yang bentuknya paling biasa. Yang mengejutkan adalah fakta yang kemudian dikasih tau sama dosen saya. Ternyata gedung yang diduga paling ga kreatif itu adalah pelopor lahirnya sistem baru. Arsiteknya telah berhasil melahirkan sebuah metode baru yang kebelakang banyak dicontoh dan dimodifikasi oleh gedung lain. Arsiteknya berhasil menampilkan kecantikan justru dari kesederhanaannya, inner beauty, kata dosen saya
Mungkin itu juga ya yang disampaikan oleh TIM yang unfortunately, tidak dapat dimengerti saya dan otak cetek saya.
terkadang kita sotoy mencela sebuah hal cuma dari kulit permukaannya aja, hal yang sama sekali ga kita mengerti. Sebenernya ga ada suatu hal yang buruk disaat Tuhan nyiptain segala sesuatunya baik, kita aja yang ga bisa mengerti sisi baiknya. jadi, gimana bisa kita menghina seorang anak jelek disaat kita ga mengerti rasa sayang Ibunya yang setiap hari memuji anaknya cantik. Gimana bisa kita merendahkan desain suatu bangunan, disaat kita ga mengerti gimana perasaan dan hasrat arsiteknya saat merancang bangunan itu.
gimana bisa kita mencela sebuah benda yang gabisa kita liat seluruh sisinya?
kok bisa kita merendahkan sesuatu yang ga kita mengerti?
---
yah, jangan cepet- cepet nutup telfon,
saya mau share vidio musik yang saya lagi suka, tanpa lirik dan kata-kata lisan tapi mampu membuat saya menangis kecil mulai menitnya yang ke 00:55 :')



--- selamat malam

2 comments:

thank you ☺